Monthly Archives: July 2014

Aku Ingin Kita Bersama Selamanya

Lufita Rana Prasantya, tahukah dan mengertikah kamu diriku ini jika tanpamu, walau mungkin tak pernah aku katakan, bisakah kamu melihat tulusnya hatiku, besarnya cintaku kepada dirimu. Dalam hidupku, aku selalu berharap dan tak pernah berhenti berharap untuk bisa hidup bersamamu sampai akhir nanti ajal menjemputku.

Aku sanggup mencintaimu satu sebagai istriku, aku mampu untuk berkorban demi kamu, aku sayang kamu bukan hanya di lidah saja, namun di hati dan di jiwaku selalu merindukan kehadiranmu. Aku harap kamu tak pergi lagi dari hidupku, aku selalu berdo’a untuk kebersamaan kita.

Ahmad Wafa dan Lufita Rana

Ahmad Wafa dan Lufita Rana

Mencintaimu adalah hal terindah dalam hidupku, aku ingin menikahimu bukan karena nafsu atau merasa kasihan, tapi karena aku mencintaimu dengan setulus hati ini. Semua rasa ini tak bisa ku ungkapkan secara langsung dihadapmu dan hanya tertulis saja dalam coretan dalam blog yang ku buat untukmu ini.

Kasihku tak akan hilang walaupun kamu pernah menyakitiku, aku tak pernah dendam sama sekali, aku benar-benar sungguh-sungguh ingin memiliki dirimu seutuhnya walau berjuta rintangan selalu menghadangku. Aku harap ini kan selamanya.

Aku ingin kamu yang menjadi Ibu dari anak-anak ku dan menjadi nenek dari cucu-cucuku, menjadi pendamping hidupku sampai akhir nanti maut yang memisahkan. I Love You Lufita Rana.

Advertisements

Aku Mencintaimu Setulus Hatiku

Lufita Rana Prasantya, Andainya kamu tahu isi hatiku yang selalu menginginkan kehadiranmu satu dalam hidupku, betapa tulusnya cinta kasihku untukmu, betapa besarnya harapanku untuk hidup bersamamu. Sanggupkah kamu melihat besarnya kasih yang ku berikan untukmu, aku bukan hanya sekedar berkata-kata indah saja, tapi aku mewujudkannya. Ketika kamu membutuhkan diriku, aku selalu berusaha sebisa mungkin untuk selalu ada untukmu dan itu hanya untuk dirimu seorang.

Lufita Rana Prasantya

Lufita Rana Prasantya

Sebuah kisah yang kita mulai dengan indah namun harus berpisah, sakit itu pasti kurasakan, bercermin itu yang ku lakukan. Apapun yang kulakukan seolah tak membuatmu mencintai diriku, bahkan aku sampai merelakan sakit hatiku demi untuk dirimu, semua aku korbankan untukmu, sampai saatnya aku harus mengorbankan perasaanku sendiri.

Waktu demi waktu berlalu kita bertemu dan berpisah, walaupun aku tidak menginginkan perpisahan, tapi hati ini selalu merasakan sakit ketika melihat kamu bersama dengan yang lain, aku juga selalu bertanya kepada diriku sendiri, apakah salahnya diriku sampai mendapat luka yang seperti ini.

Sekian tahun lamanya aku tak melihat senyum manismu yang selalu terbayang di setiap hari dan setiap waktuku tanpa hadirnya dirimu, kini kamu kembali lagi, aku senang karena kamu kembali, aku sedih karena kamu terluka.

Haruskah aku memohon padamu agar jangan pergi lagi dari hidupku ? yang aku inginkan hanya bersamamu. Yang aku harapkan bukan belas kasihan supaya dicintai olehmu, tapi ketulusan hatimu menyayangiku. Dalam hidupku, mencintaimu adalah hal yang terindah.

Aku hanya ingin kamu mengerti, yang tulus mencintai dirimu dan menyayangimu itu adalah aku bukan mereka yang hanya bisa berkata cinta dan sayang saja kepadamu. Bisakah kamu melihat perjuanganku untukmu, pengorbananku untuk hidupmu, adakah semua itu berarti bagimu, dan bisakah kau sadari itu.

Aku harap kita bisa menjalani hidup bersama sampai tua nanti, biar maut yang memisahkan, bunuhlah aku jika aku mencoba untuk menduakanmu. I Love You Lufita Rana.